9/28/2008

Mad Security!


Bagaimana rasanya kamu kehilangan benda behargamu dan tidak ada seorang pun yang peduli? itulah yang terjadi padaku, pensil, pulpen, penghapus, dan semua yang berada di tempat pensil kenangan sensei-ku ini semuanya beharga walaupun mungkin dimata orang lain hanya sebatas sampah belaka... Kenapa banyak yang pikir demikian? mereka pikir kalau hilang nggak apa-apa, nanti bisa beli lagi, padahal orang miskin, harus berpuasa demi membeli sebatang pensil kayu yang nggak bermutu... aku benci teman-temanku yang nggak bisa respek sama barang, soalnya mereka kaya, dan sangat menikmati kehidupan semata mereka... semua bendaku selalu hilang karena dipinjam mereka, mereka tidak bertanggung jawab.

Kehilangan pensil mekanik ini membuatku marah besar, kenapa? benda itu beharga, sebagai pecinta artwork ini...aku sangat mencintai barangku... kehilangan kenangan beharga rasanya, sekarang hanya tersisa di hati saja... Kehilangan benda-benda itu membuatku ingin menangis, aku sangat sayang dengan barang-barangku, aku meminjamkan barang-barangku karena aku ingin berbaik hati, tetapi nyatanya teman-teman itu kadang tidak bisa dipercaya baik.

Eits... Bulan Ramadhan masih berlangsung... aku harus kuatkan diri dan harus tenangkan diri... aku ingin coba mencari sisi positif teman-temanku yang tidak punya respek ini (yang hanya respek sama orang yang benar-benar terlihat sedang kesusahan) mungkin aku terlalu baik untuk mereka, aku akan jadi lebih tegas.
  • Tidak ada lagi peminjaman (tetapi nyatanya aku masih ngga kuat nolak)
  • Tidak ada lagi pemaksaan
  • Punyaku bukan Punyamu, Respeklah
  • Semua barangku yang beharga tidak dibawa ke sekolah, pensil bawa 2, satu di loker dan satu di tempat pensil, semua bendanya dikasih nama.
Oui.... keren rasanya...

Tidak ada komentar: